Teh dengan Kualitas Terbaik di Dunia Ternyata berasal dari Gunung Kerinci

0
78

 

 

CAKRAWALANEWS.COM,- Minum teh adalah budaya dari berbagai negara di dunia. Di Barat, budaya minum teh dilakukan untuk perjamuan ataupun pesta. di negara timur pun, teh menjadi minuman pada raja-raja. Budaya teh di Indonesia juga memiliki budaya minum teh, bahkan menjadi kebiasaan mium sehari-hari.

Kebiasaan minum teh di Indonesia didukung oleh banyaknya perkebunan teh, seperti di jawa barat, jawa timur, dan beberapa wilayah di Sumatera. Namun banyak belum mengetahui, bahwa salah satu perkebunan teh terbaik di dunia berada di Indonesia. Perkebunan ini bernama Kayu Aro, yang terletak di lereng Gunung Kerinci, Provinsi Jambi.

Berdasarkan catatan PTPN VI Unit Usaha Kayu Aro, perkebuan teh ini dibentuk pada tahun 1920 dan dikelola oleh NV Namlodse Venotchaaf Handle Veriniging Amsterdam (HVA). Penanaman teh di Kayu Aro mulai dilakukan pada tahun 1923, dan produksi melalui pabrik dilakukan pada tahun 1925. Sehingga perkebunan ini adalah yang pertama kali dibentuk di Indonesia. Perkebunan ini kemudian dinasionalisasikan pada tahun 1959 dan resmi menjadi milik negara.

Dari berbagai perkebunan teh di Indonesia, tes hasil produksi Kayu Aro layak memang layak disebut sebagai yang terbaik. Perkebunan ini adalah yang terbesar kedua di dunia setelah Darjeeling Tea Plantation di India. Berada pada ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut, perkebunan ini memiliki luas setidaknya 2.500 hektar. Jenis teh yang ditanam pada perkebunan ini adalah teh ortodoks, yang biasa disebut dengan teh hitam. Karena kualitas rasa yang dibawa oleh teh ini bahkan bisa mengalahkan teh-teh lainnya dari seluruh dunia. Sehingga teh ini selalu menjadi favorit dari para bangsawan Eropa.

Rahasia dibalik kenikmatan teh hitam Kayu Aro ini terletak pada proses produksunya yang begitu tradisional. Teh hitam yang telah dipetik dari kebun, dikemas tanpa pengawet ataupun pewarna tambahan, sehingga kondisi teh yang dikemas sangat orisinil. Bahkan perkebunan ini memiliki aturan yang ketat terhadap pekerjanya, dengan melarang penggunaan kosmetik ketika sedag memproses teh.

Produksi teh yang dilakukan setiap tahunnya oleh Perkebunan Kayu Aro juga cukup besar. Terdata sekitar 5.500 ton teh hitam diproduksi di perkebunan ini. Dalam produksinya pun, teh Kayu Aro terbagi setidaknya dua kelas, yang dibedakan berdasarkan kualitasnya. Produk teh dengan kondisi tertinggi cenderung dipasarkan pada Eropa, Timur Tengah, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Asia. Sedangkan kelas-kelas lainnya dipasarkan dalam lingkup lokal.

Perkebunan ini tidak hanya menyediakan produk-produk teh, karena pengunjung yang datang ke Kayu Aro dapat melakukan eksplorasi ke gedung-gedung peninggalan masa penjajahan Belanda seperti Rumah Administratur, bangunan klub, bahkan Rumah Sakit. Kini bangunan-bangunan tersebut digunakan sebagai rumah manajer, gedung serbaguna, dan juga poliklinik untuk mendukung proses produksi di perkebunan tersebut.Untuk melihat kondisi perkebunan secara langsung, wisatawan harus menempuh setidaknya 11 jam dari Kota Jambi. Nantinya akan mengarah pada Sungai Penuh, yang masih berjarak satu jam perjalanan dari perkebunan ini. (Uief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here